Terkadang memang tidak semua mimpi yang kita tulis atau yang kita impikan terwujud. Kita butuh bumbu-bumbu penyedap untuk membuat racikan perjalanan yang sudah kita rencanakan menjadi lebih terasa nikmatnya.
Kita butuh malas untuk bisa mengambil hikmah dari kemalasan itu dan kemudian bangkit menjadi pribadi yang lebih giat,kita butuh lelah untuk bisa merasakan kenikmatan istirahat yang sepenuhnya, kita butuh jatuh untuk bisa bangkit lagi,berdiri,menyiapkan ancang-ancang yang mantap untuk kembali terus berlari menggapai mimpi.
Memang yang ingin kita capai itu hanya satu,tapi sebenarnya banyaknya proses yang kita jalani untuk mencapai mimpi itulah yang menjadikan perjalanan kita meraih mimpi menjadi berharga. Dengan seperti itu kita paham bahwa hasil akhir hanyalah bonus,sedangkan proses kita menuju tujuan akhir itulah yang sangat berharga.
Banyak diantara kita yang apabila memiliki cita-cita atau mimpi enggan untuk melewati prosesnya,apalagi di era Millenial seperti ini banyak diantara kita yang memilih cara instan menuju sukses. Bagiku sebuah perjalanan itu akan lebih berharga karena melalui perjalanan itulah kita bisa mengambil banyak pelajaran, justru ketika aku mendapatkan hasil yang instan, mudah dan cepat, aku selalu berpikir, apakah Tuhan tidak memperhatikanku? Sehingga membiarkanku mendapatkan semua nikmat, tanpa merasakan bagaimana lelahnya berjuang, padahal nilai perjuangan itu lebih berharga daripada sebuah hasil yang didapat secara spontan.
Oleh karena itu, aku selalu mengapresiasi rasa capek, karena dengan begitu kita telah mengapresiasi semua hal yang telah kita lakukan saat berproses. Masih teringat olehku saat aku berada di bangku SMA, diri ini sungguh hampir tidak mempunyai waktu untuk sekedar nongkrong dengan teman-teman atau berjalan-jalan. Mungkin sedikit kurang menarik bagi sebagian orang, tapi buatku inilah perjalananku. Inilah yang sekarang menjadi kenangan manis buatku dan menjadi pacuan untukku agat terus berproses menjadi lebih baik.
Pernah aku merasa ingin menyerah, meninggalkan semua yang telah aku bangun selama ini. Tetapi ketika mengingat kembali apa tujuan awalku melakukan ini, seketika aku kembali bangkit, bangkit dan percaya bahwa "Allah tidak akan membawa hambanya melangkah sejauh ini, jika hanya ingin mengecewakan hambanya."
Dan ternyata benar kerja keras yang terus dibangun, doa yang terus teruntai, bara semangat yang terus dijaga, serta sabar yang terus diluaskan akan menghasilkan sesuatu yang tak terduga-duga.
Kereennn
BalasHapusMbak nuuuur, asli cakep.
BalasHapus👏👏👏👏
BalasHapus