Di tengah situasi seperti saat ini kita sedikit terenyahkan dari segala macam nikmat keduniawian yang biasa didapat. Di tengah situasi seperti saat ini kita terkungkung oleh rasa sepi yang sebenarnya hakiki. Tidak hanya itu melalui ini semua kita semua tersadar betapa selama ini dunia terlalu sibuk mencari materi yang bahkan tidak dibawa mati. Mati. Satu kata yang saat ini sering kali terdengar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan setiap harinya. Tua, muda, anak-anak, orang dewasa semua tak terkecuali.
Hingga akhirnya kita semua dituntut untuk berupaya menjaga diri. Menutup mulut, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan diri adalah solusi. Awalnya aku pikir hal tersebut digunakan hanya untuk menghindari suatu makhluk yang bernama virus, tapi semakin kesini aku pun tersadar bahwa semua itu merupakan secuil pesan dari sang Kuasa.
Kita dianjurkan untuk menutup mulut, bahkan saat ini terdapat beberapa aturan yang diterbitkan agar setiap dari kita diam dan tidak berbicara saat berada di keramaian. Mungkin memang dunia ini terlalu bising dengan suara-suara manusia, terlalu muak mendengarkan segala omong kosong manusia yang berceceran di dunia. Penuh dengan dusta hingga bisa menyebabkan air mata. Mungkin benar sang pencipta tak ingin kita banyak bicara, tak banyak menuai kata tanpa makna, dan diam adalah salah satu cara menenangkan dunia. Semua ini karena kadang ketika kita merangkai kata dan menuangkannya, tak jarang hal-hal yang lebih jahat dari virus keluar dari mulut kita. Menikam, melukai, bahkan menghujam hati orang lain dengan kerasnya.
Apabila dulu kita bisa bercengkrama dengan hangat dan dekat tanpa memperhatikan jarak. Saat ini semua harus berjarak. Apabila dahulu timbul banyak sekali pertikaian dan perselisihan dikarenakan kita terlalu rekat, maka sekarang saat yang tepat untuk rehat, dengan memberi jarak. Dekat tak selamanya lekat. Dekat dapat menjadi pekat. Saat ini ruang kita juga terbatas tak seperti dulu yang bebas sampai kebablas. Berkelana kesana kemari mencari kesenangan duniawi. Hingga pada saat ini semua terhenti, ingatlah kita pada ilahi.
Tapi tampaknya bumi terlihat lebih berseri dengan kondisi saat ini. Langit terlihat lebih biru dari biasanya, angin terlihat lebih lincah meliuk kesana-kemari, awan bisa dengan bebas berarak melintasi bumi tanpa terhalang polusi, matahari tampak lebih bersahabat dengan bumi. Lihatlah dan pahamilah bahwa saat ini Tuhan ingin manusia mengerti bahwa bumi butuh waktu untuk berseri dan masih banyak yang harus manusia pelajari!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar