Minggu, 06 Maret 2022

Tentang Rumah yang Tak Lagi Ramai

Setelah kata "Ibu" tak lagi terucap, rumahku jadi sedikit sendu. Tak lagi ramai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menanyakan dimana letak kaos kaki ataupun sepatu. Tak lagi hangat ditengah hujan dan mendung yang abu-abu. 
Tak ada lagi celotehan yang membuatku jengkel kemudian menyesal karena telah membantah. Tak ada lagi yang bawel karena handuk yang tidak diletakkan di tempatnya. 
Ya, inilah kehidupan. 
Ada yang datang, ada yang pergi.
Dibalik kehilangan, ada yang bisa ditemukan.
Dengan kehilangan inilah aku menemukan diriku sendiri. 
Memang rumah tak lagi ramai, tapi dalam kesunyian rumah yang saat ini, aku bisa memahami dan menemukan banyak hal yang sebelumnya bahkan belum pernah aku ketahui.
Aku jadi tahu, bagaimana lelahnya menjadi seorang ibu. Memasak, cuci piring, cuci baju, beres-beres. Semuanya dilakukan seorang diri.
Aku jadi tahu, bagaimana pusingnya mengelola keuangan dalam sebuah keluarga. Bagaimana caranya membuat semua orang yang ada dalam rumah merasa cukup. Padahal sebenarnya kekurangan.

Rumah memang tak lagi ramai, tapi riuh di kepala sungguh tidak akan pernah santai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar